Windows Explorer Berhenti Bekerja di Windows 10: Permasalahan dan Solusinya

Teknosional

working stopped windows has explorer error

Windows Explorer, pengelola file bawaan Windows, memainkan peran penting dalam mengelola file dan folder di komputer. Namun, pengguna Windows 10 sering menghadapi masalah “Windows Explorer Has Stopped Working” yang dapat mengganggu produktivitas dan menyebabkan hilangnya data. Artikel ini membahas penyebab, gejala, dampak, dan metode untuk memperbaiki masalah ini, serta alternatif untuk Windows Explorer dan tindakan pencegahan untuk menghindari masalah ini di masa mendatang.

Masalah “Windows Explorer Has Stopped Working” dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk konflik perangkat lunak, pembaruan sistem yang tidak kompatibel, virus atau malware, dan masalah pada hard drive. Gejala yang menyertai masalah ini meliputi hilangnya akses ke file dan folder, taskbar dan desktop yang tidak responsif, dan pesan kesalahan yang muncul secara tiba-tiba.

Permasalahan “Windows Explorer Has Stopped Working” di Windows 10

working stopped windows has explorer error

Permasalahan “Windows Explorer Has Stopped Working” merupakan kendala umum yang dihadapi pengguna Windows 10. Masalah ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari pembaruan sistem yang tidak kompatibel hingga adanya konflik dengan aplikasi pihak ketiga. Dalam artikel ini, kita akan membahas penyebab umum, gejala, dan dampak dari permasalahan ini, serta beberapa solusi yang dapat dicoba untuk mengatasinya.

Penyebab Umum

  • Pembaruan Sistem yang Tidak Kompatibel: Pembaruan sistem Windows 10 yang tidak kompatibel dengan perangkat keras atau perangkat lunak tertentu dapat menyebabkan permasalahan ini.
  • Konflik Aplikasi Pihak Ketiga: Aplikasi pihak ketiga yang tidak kompatibel dengan Windows 10 atau aplikasi lain dapat menyebabkan konflik yang mengakibatkan permasalahan ini.
  • Kerusakan File Sistem: File sistem yang rusak atau hilang dapat menyebabkan Windows Explorer berhenti bekerja.
  • Masalah Hard Drive: Masalah pada hard drive, seperti sektor buruk atau kesalahan sistem file, dapat menyebabkan permasalahan ini.
  • Infeksi Malware: Infeksi malware, seperti virus atau spyware, dapat menyebabkan kerusakan file sistem dan mengakibatkan permasalahan ini.

Gejala

  • Windows Explorer berhenti merespons dan menampilkan pesan kesalahan “Windows Explorer Has Stopped Working”.
  • Taskbar dan desktop menjadi tidak responsif atau menghilang.
  • File dan folder tidak dapat dibuka atau diakses.
  • Aplikasi tidak dapat dibuka atau dijalankan.
  • Sistem menjadi tidak stabil dan sering mengalami crash atau restart.

Dampak

  • Pengguna tidak dapat mengakses file dan folder di komputer mereka.
  • Pengguna tidak dapat menjalankan aplikasi atau program.
  • Sistem menjadi tidak stabil dan sering mengalami crash atau restart, yang dapat menyebabkan kehilangan data.
  • Produktivitas pengguna terganggu karena mereka tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas mereka dengan lancar.

Metode untuk Memperbaiki Permasalahan “Windows Explorer Has Stopped Working” di Windows 10

Windows Explorer adalah pengelola file dan folder bawaan Windows yang memungkinkan pengguna untuk mengakses, mengatur, dan memodifikasi file dan folder di komputer mereka. Namun, terkadang Windows Explorer dapat mengalami masalah dan berhenti bekerja, yang dapat menyebabkan berbagai masalah seperti ketidakmampuan untuk mengakses file dan folder, atau bahkan crash sistem.

Berikut adalah beberapa metode yang dapat dicoba untuk memperbaiki permasalahan “Windows Explorer Has Stopped Working” di Windows 10:

Memulai Ulang Windows Explorer

Salah satu cara termudah untuk memperbaiki masalah ini adalah dengan memulai ulang Windows Explorer. Untuk melakukannya, tekan tombol Ctrl + Shift + Esc untuk membuka Task Manager. Kemudian, temukan proses “Windows Explorer” di tab “Processes” dan klik kanan padanya. Pilih “Restart” dari menu konteks.

Memindai Malware

Malware dapat menyebabkan berbagai masalah pada komputer, termasuk masalah dengan Windows Explorer. Oleh karena itu, penting untuk memindai komputer secara teratur untuk mencari malware dan menghapusnya jika ditemukan. Ada banyak program antivirus dan antimalware yang tersedia, baik yang gratis maupun berbayar.

Beberapa program antivirus yang populer antara lain AVG, Avast, dan Bitdefender.

Menjalankan Pemindaian SFC

SFC (System File Checker) adalah alat bawaan Windows yang dapat digunakan untuk memindai dan memperbaiki file sistem yang rusak. Untuk menjalankan pemindaian SFC, buka Command Prompt sebagai administrator dan ketik perintah berikut:

sfc /scannow

Pemindaian SFC akan memakan waktu beberapa saat untuk menyelesaikannya. Setelah selesai, restart komputer dan lihat apakah masalah dengan Windows Explorer sudah teratasi.

Memperbarui Driver

Driver yang kedaluwarsa atau rusak dapat menyebabkan berbagai masalah pada komputer, termasuk masalah dengan Windows Explorer. Oleh karena itu, penting untuk memperbarui driver secara teratur. Ada beberapa cara untuk memperbarui driver, salah satunya adalah melalui Windows Update. Windows Update akan secara otomatis memeriksa dan menginstal pembaruan driver yang tersedia.

Cara lainnya adalah dengan mengunjungi situs web produsen perangkat keras dan mengunduh driver terbaru secara manual.

Menonaktifkan Add-on dan Ekstensi

Add-on dan ekstensi dapat mengganggu kinerja Windows Explorer dan menyebabkan masalah. Untuk menonaktifkan add-on dan ekstensi, buka File Explorer dan klik tab “View”. Kemudian, klik tombol “Options” dan pilih “Change folder and search options”. Di jendela “Folder Options”, klik tab “View” dan hapus centang pada kotak “Always show icons, never thumbnails”.

Klik “OK” untuk menyimpan perubahan.

Pencegahan Terhadap Permasalahan “Windows Explorer Has Stopped Working” di Windows 10

Windows Explorer Has Stopped Working di Windows 10 terbaru

Untuk mencegah terjadinya permasalahan “Windows Explorer Has Stopped Working” di Windows 10, ada beberapa tips yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah dengan melakukan perawatan rutin pada sistem operasi Windows 10. Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa komputer terbebas dari virus dan malware yang dapat menyebabkan masalah pada sistem operasi.

Perawatan Rutin Sistem Operasi Windows 10

  • Perbarui Windows 10 secara berkala. Pembaruan Windows 10 sering kali berisi perbaikan bug dan peningkatan keamanan yang dapat membantu mencegah terjadinya masalah pada sistem operasi.
  • Lakukan pembersihan disk secara berkala. Pembersihan disk dapat membantu menghapus file-file sementara dan tidak perlu yang dapat memperlambat kinerja komputer dan menyebabkan masalah pada sistem operasi.
  • Defragmentasi hard disk. Defragmentasi hard disk dapat membantu mengatur ulang file-file pada hard disk sehingga komputer dapat mengaksesnya lebih cepat dan mengurangi risiko terjadinya masalah pada sistem operasi.
  • Gunakan antivirus dan antimalware yang terpercaya. Antivirus dan antimalware dapat membantu melindungi komputer dari virus dan malware yang dapat menyebabkan masalah pada sistem operasi.
  • Lakukan pencadangan data secara berkala. Pencadangan data dapat membantu melindungi data penting jika terjadi masalah pada sistem operasi.

Pemeriksaan dan Pembersihan Malware dan Virus

  • Gunakan pemindai malware dan virus secara berkala. Pemindai malware dan virus dapat membantu mendeteksi dan menghapus malware dan virus yang dapat menyebabkan masalah pada sistem operasi.
  • Perbarui definisi virus dan malware secara berkala. Definisi virus dan malware yang terbaru dapat membantu pemindai malware dan virus mendeteksi dan menghapus malware dan virus yang lebih baru.
  • Hindari mengunduh file dari sumber yang tidak terpercaya. File yang diunduh dari sumber yang tidak terpercaya dapat mengandung malware dan virus yang dapat menyebabkan masalah pada sistem operasi.
  • Gunakan firewall untuk melindungi komputer dari serangan jaringan. Firewall dapat membantu mencegah serangan jaringan yang dapat menyebabkan masalah pada sistem operasi.

Alternatif untuk Windows Explorer di Windows 10

explorer windows working stopped has

Windows Explorer merupakan pengelola file default di Windows 10, namun ada beberapa alternatif lain yang dapat dipilih dengan fitur dan kemampuan yang berbeda. Di bawah ini adalah tabel yang membandingkan Windows Explorer dengan beberapa alternatifnya, seperti File Explorer, Directory Opus, dan Total Commander, berdasarkan fitur, kelebihan, dan kekurangan masing-masing.

Sebelum memilih pengelola file alternatif, pertimbangkan kebutuhan dan preferensi pribadi Anda. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan termasuk fitur yang ditawarkan, kemudahan penggunaan, dan kompatibilitas dengan sistem operasi dan aplikasi lain.

Fitur

Fitur
Windows Explorer
File Explorer
Directory Opus
Total Commander
Manajemen File Dasar
Ya
Ya
Ya
Ya
Penjelajahan Tab
Tidak
Ya
Ya
Ya
Kustomisasi Antarmuka
Terbatas
Lebih luas
Sangat luas
Sangat luas
Dukungan Plugin
Tidak
Ya
Ya
Ya
Integrasi Cloud Storage
Terbatas
Lebih baik
Sangat baik
Baik
Pencarian Lanjutan
Dasar
Lebih baik
Sangat baik
Sangat baik
Dukungan Format File
Dasar
Lebih baik
Sangat baik
Sangat baik

Kelebihan dan Kekurangan Windows Explorer

Windows Explorer memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan sebagai pengelola file default di Windows 10. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Kelebihan:

  • Antarmuka yang sederhana dan mudah digunakan.
  • Terintegrasi dengan baik dengan sistem operasi Windows.
  • Mendukung berbagai format file.
  • Gratis.

Kekurangan:

  • Kurangnya fitur lanjutan.
  • Kustomisasi antarmuka yang terbatas.
  • Tidak mendukung tab.
  • Kurangnya dukungan untuk plugin.

Dampak Permasalahan “Windows Explorer Has Stopped Working” terhadap Produktivitas Pengguna

Permasalahan “Windows Explorer Has Stopped Working” dapat berdampak signifikan terhadap produktivitas pengguna Windows 10. Berikut ini adalah beberapa cara permasalahan ini dapat mengganggu alur kerja dan menyebabkan hilangnya data:

Gangguan Akses File dan Folder

Windows Explorer adalah aplikasi pengelola file utama di Windows 10. Ketika mengalami permasalahan ini, pengguna tidak dapat mengakses file dan folder yang tersimpan di komputer mereka, termasuk dokumen, gambar, video, dan file lainnya.

Kehilangan Data

Permasalahan “Windows Explorer Has Stopped Working” dapat menyebabkan hilangnya data jika pengguna sedang bekerja pada file ketika permasalahan ini terjadi. File yang sedang diedit atau disimpan mungkin tidak dapat dipulihkan, sehingga menyebabkan hilangnya pekerjaan dan data.

Gangguan Alur Kerja

Permasalahan ini dapat mengganggu alur kerja pengguna dengan menghentikan aplikasi yang sedang berjalan dan menyebabkan hilangnya pekerjaan yang belum disimpan. Pengguna mungkin perlu memulai kembali tugas mereka dari awal, yang dapat memakan waktu dan menyebabkan frustrasi.

Gangguan Aplikasi Lain

Windows Explorer merupakan aplikasi penting yang mendukung berbagai aplikasi lain di Windows 10. Ketika mengalami permasalahan, aplikasi lain yang bergantung pada Windows Explorer mungkin juga akan terpengaruh dan berhenti bekerja dengan benar.

Rekomendasi untuk Pengguna yang Mengalami Permasalahan “Windows Explorer Has Stopped Working” di Windows 10

Jika Anda mengalami permasalahan “Windows Explorer Has Stopped Working” di Windows 10, ada beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi yang dapat membantu Anda mengatasi permasalahan ini:

Perbarui Windows 10 Anda

Pastikan bahwa Windows 10 Anda sudah diperbarui ke versi terbaru. Microsoft secara berkala merilis pembaruan untuk Windows 10 yang dapat memperbaiki bug dan masalah lainnya. Untuk memperbarui Windows 10 Anda, buka Pengaturan > Perbarui & Keamanan > Pembaruan Windows, lalu klik tombol “Periksa pembaruan”.

Jalankan Pemindaian SFC

SFC (System File Checker) adalah alat bawaan Windows yang dapat memindai dan memperbaiki file sistem yang rusak. Untuk menjalankan pemindaian SFC, buka Command Prompt sebagai administrator dan ketik perintah berikut:

sfc /scannow

Jalankan DISM

DISM (Deployment Image Servicing and Management) adalah alat bawaan Windows yang dapat memperbaiki citra sistem Windows. Untuk menjalankan DISM, buka Command Prompt sebagai administrator dan ketik perintah berikut:

DISM /Online /Cleanup-Image /RestoreHealth

Hapus instalan perangkat lunak yang bermasalah

Jika Anda mengalami permasalahan “Windows Explorer Has Stopped Working” setelah menginstal perangkat lunak tertentu, coba hapus instalan perangkat lunak tersebut. Anda dapat menghapus instalan perangkat lunak melalui Control Panel atau melalui Settings.

Gunakan perangkat lunak pihak ketiga

Ada beberapa perangkat lunak pihak ketiga yang dapat membantu Anda mengatasi permasalahan “Windows Explorer Has Stopped Working”. Beberapa perangkat lunak tersebut antara lain:

  • CCleaner
  • Malwarebytes Anti-Malware
  • IObit Uninstaller

Atur ulang Windows 10

Jika Anda sudah mencoba semua solusi di atas tetapi masalah masih berlanjut, Anda dapat mencoba mengatur ulang Windows 10. Reset Windows 10 akan menghapus semua data Anda, jadi pastikan untuk mencadangkan data Anda sebelum melakukan reset.

Pemungkas

Masalah “Windows Explorer Has Stopped Working” dapat menjadi kendala yang mengganggu bagi pengguna Windows 10. Namun, dengan memahami penyebab, gejala, dan metode perbaikan yang tepat, pengguna dapat mengatasi masalah ini secara efektif. Selain itu, dengan melakukan tindakan pencegahan dan menggunakan alternatif yang tersedia, pengguna dapat meminimalkan risiko terjadinya masalah ini di masa mendatang dan memastikan produktivitas mereka tetap terjaga.

Tags

Related Post